Rabu, 20 Oktober 2010

LKS SEJARAH XII IPS

I. URAIAN MATERI
A. Peristiwa-peristiwa Penting sekitar Proklamasi
1. Peristiwa-peristiwa Penting Sekitar Proklamasi
Tanggal 9 Agustus 1945 tokoh-tokoh Indonesia : Ir Soekarno, Moh Hatta dan Dr. Rajiman Wedyodiningrat dipenggil menghadap Marsekal Terauci di Dalath (Vietnam)
Dalam pertemuan tanggal 12 agustus 1945 Marsekal Terauci menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan Bangsa Indonesia
2. Untuk melaksanakan pemberian kemerdekaan tadi dibentuk PPKI
3. Pelaksanaan pemberian kemerdekaan segera setelah persiapannya selesai dan secara berangsur-angsur. Jadi pulau jawa dulu kemudian pulau lain.
4. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas jajahan Hindia Belanda
Dalam perjalanan pulang kembali ke tanah air para pemimpin bangsa Indonesia singgah di Singapura. Disini bertemu dengan 3 wakil PPKI yang mewakili Sumatera yakni : Dr. Amir, Mr. Teuku Moh Hasan, dan Mr. Abdul Abbas. Dari merekalah Sukarno, Hatta, Rajiman menerima berita bahwa Uni Soviet telah menyatkan perang dengan Jepang, bahkan Manchuria mulai diserbu. Berita ini meyakinkan para pemimpin bangsa kita bahwa kekalahan Jepang sudah diambang pintu.
Keyakinan mereka terbukti benar. Sehari setelah mendarat kembali di tanah air pada tanggal 15 agustus 1945 pukul 12.00 siang waktu setempat. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
Penyerahan tanpa syarat Jepang kepada sekutu, 15 Agustus 1945, telah membuka babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia. Meskipun berita itu berusaha ditutup-tutupi oleh pihak Jepang, namun dapat diketahui para pejuang khususnya dari golongan pemuda yang pada waktu itu mengadakan perjuangan di bawah tanah. Para pemuda kemudian mendesak kepada para senior untuk segera melaksanakan proklamasi, dengan cara mereka mengadakan pertemuan atau rapat di ruang laboratorium mikrobiologi yang dipimpin oleh Chairul Shaleh, yang pada intinya hasil dari rapat itu adalah bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, dan tidak tergantung pada bangsa lain. Keinginan para pemuda itu kemudian dipertegas lagi pada tanggal 15 Agustus 1945 malam hari dengan dipimpin oleh Wikana dan Darwis menemui Ir. Sukarno di rumah Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta untuk segera melaksanakan proklamasi. Tetapi ternyata akan dilaksanakan melalui sidang PPKI. Karena penolakan itu dan adanya anggapan anggota bahwa sidang PPKI itu bentukan Jepang, maka kemudian para pemuda kembali mengadakan pertemuan di Jl. Cikini 71 Jakarta yang dihadiri antara lain : oleh Sukarni, Yusuf Kunto, Ckairul Saleh dan Singgih. Hasil dari pertemuan itu adalah bahwa Soekarno-Hatta harus “disingkirkan” agar jauh dari pengaruh Jepang dan segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan berdasarkan pada keputusan itu, maka pada 16 agustus 1945 dengan dipimpin oleh Singgih bersama Sukarni, Wikana dan Dr. Muwardi akhirnya berhasil mengajak Soekarno dan Hatta untuk dibawa ke luar kota yaitu di Rengasdengklok, dengan alasan daerah itu terpencil. Bertepatan dengan itu (16 agustus 1945), keadaan di Jakarta tegang karena hari itu akan ada rapat PPKI, sedangkan Soekarno-Hatta tidak ada. Maka Ahmad Soebardjo segera menemui Wikana untuk menunjukkan dimana Soekarno-Hatta. Setelah terjadi kesepakatan antar keduanya, maka Ahmad Soebardjo segera diantar ke Rengasdengklok. Sesampainya disana, masih terjadi perdebatan lagi, tetapi dengan adanya jaminan dari Ahmad Soebardjo maka Soekarno-Hatta dibawa kembali ke Jakarta.
2. Perumusan Naskah/Teks Proklamasi
Setelah sesampainya di Jakarta. Ir Sukarno beserta rombongan segera menemui Laksamana Muda Maeda, baru kemudian kerumah Nishimura untuk menyampaikan rencana rapat persiapan pelaksanaan Kemerdekaan Indonesia. Ternyata rencana itu ditolak oleh Nishimura dengan alasan ia diberi tugas oleh serikat untuk tidak merubah status dan keadaan di Indonesia. Dengan berbekal penolakan itu, maka muncullah pemikiran dari Soekarno, bahwa tidak mungkin minta bantuan pada Jepang. Oleh sebab itu Ir. Soekarno beserta rombongan segera kembali ke rumah Laksamana Muda Maida di Jl. Imam Bonjol No. 1 untuk merumuskan naskah/teks proklamasi, yang dihadiri oleh anggota PPKI, golongan pemuda, kaum pergerakan dan beberapa anggota Chuo Sangi In.
Diruang makan, tiga orang yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo yang disaksikan oleh Sukarni, Sayuti Melik dan BM. Diah, merumuskan naskah Proklamasi.
Kata yang pertama kali ditulis adalah Proklamasi, kemudian Ir. Soekarno bertanya kepada Ahmad Soebardjo bunyi teks piagam Jakarta, barulah ditambah dengan kalimat yang intinya berupa ide pemindahan kekuasaan yang merupakan penyelenggaraan revolusi nasional. Bagian terakhir Ir. Soekarno menambah penyelenggaraan revolusi nasional bangsa Indonesia. Naskah yang masuk berupa tulisan tangan ini atau klat, kemudian dimintakan persetujuan kepada para hadirin sekaligus tanda tangan. Tetapi permintaan itu ditolak dengan alasan terlalu banyak yang hadir, maka atas usul Sukarni, naskah itu sebaiknya ditandatangani oleh Ir. Soekarno-Hatta. Setelah disetujui maka, naskah itu diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik dengan beberapa perubahan misalnya : kata tempoh diganti tempo ; wakil-wakil bangsa Indonesia diganti atas nama bangsa Indonesia, dan Djakarta 17-8-1945 diganti Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.


















Naskah Klad Naskah otentik yang diketik
3. Detik-detik Proklamasi
Naskah Proklamasi yang sudah selesai diketik kemudian diperbanyak untuk disebarkan. Setelah disetujui tempat pembacaan teks, maka dilakukanlah persiapan-persiapan untuk melaksanakan proklamasi misalnya : tiang bendera oleh S. Suhud : bendera oleh Ibu Fatmawati ; Wilopo mempersiapkan mikrofon.
Setelah dirasa semuanya siap, baik acara maupun yang hadir, maka pada jam 10.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Baru kemudian pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan oleh Latif Hendraningrat dan S. Suhud, diiringi lagu Indonesia Raya, tanpa dipimpin, acara dilajutkan dengan sambutan dari Suwiryo dan Dr. Muwardi.
Dengan selesainya acara itu, maka secara otomatis bangsa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan punya kedaulatan.
Makna Proklamasi 17 Agustus 1945 :
1. Proklamasi kemerdekaan merupakan wujud dari puncak perjuangan bangsa Indonesia.
2. Dengan kemerdekaan berarti Indonesia bebas
3. Dengan proklamasi maka dimulailah sebuah revolusi baru karena terjadi perubahan yang mendasar dan cepat, yakni pemindahan kekuasaan dari penjajah ke dalam pemerintahan bangsa sendiri.
4. Proklamasi merupakan berkah Allah Yang Maha Kuasa dan hasil perjuangan bangsa Indonesia.
5. Proklamasi merupakan jembatan emas atau pintu gerbang bagi bangsa Indonesia
4. Tokoh-tokoh penting sekitar Proklamasi
No. Tokoh Peranan
1.






2.






3.







4.







5.




6.




7.



8.

9.

10.


11.

12.
13. Ir. Soekarno






Drs. Moh Hatta






Ahmad Soebardjo







Sukarni Kartodiwiryo






Sayuti Melik




B,M. Diah (Burha nuddin Muhammad Diah)


Latif Hendraningrat



S. Suhud

Suwiryo

Dr. Muwardi


Frans Sunarto Mendur
Syahruddin
F. Wuz dan Yusuf Radiopuro - Lahir, Surabaya, 6 Juni 1901
- Tahun 1927 mendirikan PNI
- Ketua PUTERA, Chuo Sangi In, anggota BPUPKI, Ketua PPKI
- Perumus naskah proklamasi
- Proklamator
- Wafat, 21 Juni 1970
- Lahir, bukit Tinggi, 12 Agustus 1902
- Aktif di Perhimpunan Indonesia, PNI dan PNI Baru
- Salah seorang pimpinan PUTERA, anggota BPUPKI, wakil ketua PPKI.
- Perumus naskah proklamasi dan pendamping
- Soekarno pada saat Proklamasi.
- Wafat, 14 Maret 1980.
- Lahir, Karawang, 23 Maret 1896
- Aktif di PI dan PNI
- Masa jepang sebagai Koigun
- Anggota BPUPKI dan PPKI
- Penengah antara golongan tua dan muda
- Perumus naskah proklamasi bersama Soekarno dan Hatta.
- Wafat, bulan Desember 1978.
- Lahir di Blitar, 14 juli 1916
- Aktif bidang politik
- Bekerja sebagai Koigun
- Pemimpin gerakan pemuda asrama pemuda angkatan baru menteng Raya 31 Jakarta.
- Tokoh "penculik" Soekarno Hatta.
- Pengusul penandatangan naskah proklamasi.
- Wafat, 4 Mei 1971.
- Lahir, 25 nopember 1908 di yogyakarta
- Aktif di politik
- Pemimpin redaksi SinarBaru Semarang
- Saksi perumusan naskah
- Pengetikan naskah proklamasi
- Lahir di Kartorejo, 7 April 1917
- Jurnalis dengan menjadi redaktur surat kabar
- 1942 – 1945 wartawan Asia Raya
- Saksi perumusan naskah
- Aktif menyeberluaskan berita proklamasi
- Salah seorang Komendan PETA
- Petugas yang menjemput tokoh proklamasi.
- Pengibar Sang Saka Merah Putih bersama S. Suhud, dan SK. Trimurti.
- Petugas pencari tiang bendera untuk proklamasi
- Pengibar Sang Saka.
- Wali kota Jakarta sekaligus Ketua Penyelenggara Proklamasi.
- Sebagai pengaman jalannya proklamasi
- Yang memberi tugas kepada Barisan Pelopor dan PETA untuk menjaga Bung Karno dan Hatta.
- Seorang telegraphis yang mengabadikan peristiwa proklamasi.
- Seorang wartawan Domei.
- Yang "menyelundupkan" naskah proklamasi ke bagian siaran.
- Penyebar berita proklamasi

B. Sambutan Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi di Pusat dan Berbagai Daerah
1. Sambutan di tingkat Pusat
Pada saat proklamasi selesai dilaksanakan, maka ada kesibukan baru yang dilaksanakan bangsa Indonesia terutama di tingkat pusat yaitu tentang penyebaran berita proklamasi. Setelah melaui rintangan, akhirnya berita proklamasi disiarkan melalui radio Domei oleh W. Fruz. Pemerintah Jepang tetap melarang siaran itu yang dilanjutkan dengan penyegelan terhadap pemancar radio itu. Menghadapi sikap Jepang itu, maka pegawai Domei segera mendirikan pemancar baru di Menteng 31. Selain itu, berita pproklamasi disebarluaskan melalui surat kabar, misalnya Suara Asia (Surabaya), Cahaya (Bandung), Sinar Matahari (Yogyakarta), Sinar Baru (Semarang). Juga adanya peranan dari para Gubernur yang diberikan tugas untuk menyebarkannya antara lain Tengku Moh. Hasan di daerah (Sumatera ), Sam Ratulangi (Sulawesi), Ktut Puja di Nusa tenggara dan Moh. Noor di Kalimantan.
Bagaimanakah peranan para pemuda ? Ternyata para pemuda lebih antusias dalam menyambut proklamasi, yaitu dengan cara membentuk kelompok-kelompok aksi, antara lain:
1. Kelompok pemuda Menteng 31 dipimpin Sukarni membentuk Komite Van Aksi Menteng 31.
2. Kelompok mahasiswa Ika Daingaku yang bermakas di prapatan 10.
3. Kelompok mahasiswa Islam di Balai Muslimin Jl, Kramat 19.
4. Kelompok Mahasiswa Cikini 71.
5. Kelompok Syahrir di Jl. Maluku
6. kelompok peta, Heiho, seinendan, BKR.
7. Kelompok Barisan Pelopor
Para pemuda ini kemudian melancarakan aksinya dengan cara melucuti senjata Jepang dan mengambil alih tempat-tempat yang penting seperti kereta Api, gedung Radio Jakarta, sampai akhirnya tanggal 11 September semua jawatan radio berhasil dikuasai oleh mereka yang diatasnamakan –RI, oleh karena itu tanggal 11 September dijadikan sebagai hari lahir RRI. Setelah berhasil menguasai seluruh radio, maka para pemuda berusaha untuk mengeluarkan semangat perjuangan dengan cara mengadakan rapat raksasa di lapangan Ikada (sekarang Monas) tanggal 19 September 1945 untuk mendengarkan pidato Bung Karno.
2. Sambutan Rakyat di Tingkat Daerah
a. Di semarang
Berita proklamasi diterima melalui radio Domei, sementara itu Syarief Sulaeman dan MS. Mintarjo membawa ke gedung Jawa Hokokai yang sedang dilaksanakan sidang dibawah pimpinan Mr. Wongso Negoro. Dalam sidang tersebut dibacakan teks proklamasi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyerukan "Hidup Bung Karno" dan "Hidup Bung Hatta serta " Hidup Bangsa Indonesia". Berita proklamasi di radio semarang pada tanggal 19 Agustus 1945.
b. Di Brebes, Pekalongan, Tegal
Terjadi gerakan sosial yaitu penyerangan terhadap para pamong praja pegawai pemerintah yang dianggap pembawa kesengsaraan rakyat yang ditimbulkan oleh Jepang. Peristiwa ini merugikan perjuangan bangsa, sebab timbulnya bentrokan antarbangsa sendiri dapat melemahkan perjuangan berikutnya.
c. Di Surabaya
Insiden bendera 19 September 1945, terjadi di hotel Yamato, yang berpangkal pada tindakan beberapa orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru. Tindakan tersebut menimbulkan amarah rakyat yang kemudian menyerbu hotel itu menurunkan bendera tersebut, serta merobek yang berwarna biru dan mengibarkannya kembali sebagi bendera merah putih.
d. Di Sulawesi Utara
Para pemuda yang tergabung dalam pasukan pemuda Indonesia mengadakan gerakan tangsi putih dan tangsi hitam di Teling Manado untuk membebaskan tawanan yang pro Republik Indonesia.
e. Di Medan
Berita proklamasi dibawa oleh Teuku Moh. Hasan, mendengar berita itu Ahmad Tohir membentuk Barisan pemuda Indonesia yang kemudian mengambil alih kekuasaan kantor-kantor yang dulu dikuasai Jepang.
f. Di Kutaraja (Banda Aceh)
Para pemuda dan tokoh masyarakat membentuk angkatan pemuda Indonesia, dan mereka mengibarkan bendera merah putih serta mengambil alih kekuasaan kantor-kantor yang dulu dikuasai Jepang.


g. Di Singaraja (Bali)
Para pemuda membentuk AMI (Angkatan Muda Indonesia) dan PRI (Pemuda Republik Indonesia).
h. Di Yogyakarta
Berita proklamasi yang diterima di Yogyakarta tanggal 17 Agustus segera disebarluaskan melui masjid-masjid terutama Masjid Besar Kauman dan Pakualaman. Sedangkan Ki Hajar Dewantara, memimpin murud-muridnya dengan bersepeda mengadakan pawai keliling untuk menyambut proklamasi RI. Demikian juga dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VII segera memberikan ucapan selamat kepada Soekarno- Hatta selaku Presiden dan Wakil Presiden.
Rakyat Jogya menyambut dengan gembira dan mengibarkan Bendera Merah Putih di mana-mana. Pada tanggal 21 Agustus 1945 terjadi peristiwa di gedung Cokou Kautei (gedung Agung), dimana serdadu Jepang membubarkan rakyat dan mengibarkan bendera Hinomaru, Tetapi tengah hari rakyat kembali menyerbu, dan berhasil menurunkan bendera Jepang dan menggantinya dengan bendera Merah Putih di bawah pimpinan Kapten Polisi Slamet C, Siti Ngaisah, Sultan Ilyas dan Supardi.
Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menyambut proklamasi sebagai berikut :
1. Mula-mula rakyat tidak percaya berita proklamasi tersebut.
2. Luapan kegembiraan rakyat menyambut proklamasi.
3. Mengadakan rapat raksasa.
4. Para pemuda membentuk angkatan muda Indonesia.
5. Upaya pengambilalihan kekuasaan dari Jepang.
6. Upaya merebut gedung kantor pemerintahan.
7. Tekad mempertahankan kemerdekaan.

C. Pembentukan Badan-badan Kelengkapan Negara
Tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan tetapi, sebagai negara yang merdeka ternyata Indonesia belum mempunyai perlengkapan yang sangat dibutuhkan untuk proses kenegaraan. Berbagai perlengkapan yang dibutuhkan itu antara lain UUD, Kepala Negara, menteri maupun kesatuan wilayah.
Untuk itu, maka pada 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidang I. Hasil sidang tersebut adalah :
1. Menetapkan dan mengesahkan UUD'45
2. Memilih dan mengangkat Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
3. Membentuk komite Nasional yang bertugas membantu Presiden.
Sebelum sidang ditutup, Soekarno memanggil Otto Iskandardinata sebagai ketua panitia kecil yang beranggota 9 orang untuk merumuskan pembagian wilayah Indonesia.
Sidang PPKI dilanjutkan tanggal 19 agustus 1945, yang membahas hasil kerja panitia kecil (9 orang). Selain itu, Soekarno juga menunjuk Ahmad Soebardjo, Sutarjo Kartohadi Kusumo dan Kasman Singadimejo untuk merumuskan bentuk departemen pemerintah RI.
Hasil sidang PPKI II adalah :
1. Membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah
2. Membentuk 12 Departemen dan Menterinya
3. Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 Propinsi dan 2 daerah Istimewa yaitu Jawa (Barat, Tengah, Timur), Borneo (Kalimantan), Sulawesi, Maluku, Sunda Kecil, Sumatera , DI Yogyakarta, dan Surakarta.
PPKI kemudian mengadakan sidang lagi yaitu tanggal 22 Agustus 1945 yang hasilnya adalah :
1. Dibentuknya BKR
2. Dibentuknya PNI sebagai satu-satunya parpol di Indonesia
3. Dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
Komite Nasional itu dibentuk diseluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. Sedangkan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dilaksanakan oleh presiden pada tanggal 29 Agustus 1945. jumlah anggota 135 orang. Adapun yang terpilih menjadi pemimpin adalah :
1. Ketua : Kasman Singodimeji,S.H
2. Wakil Ketua I : Sutarjo Kartohadikusumo
3. Wakil Ketua II : Johannes Latuharharry
4. Wakil Ketua III : Adam Malik
Sesudah KNIP dibentuk PPKI dibubarkan. Menurut keputusan sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan menurut Aturan Peralihan pasal IV UUD 1945, kedudukan Komite hanyalah sebagai pembantu presiden.

Badan Pekerja KNIP
KNIP (yang merupakan KNI tingkat pusat) diresmikan dan anggota-anggotanya dilantik pada 29 Agustus 1945 dengan ketua Kasman Singodimedjo wakilnya Sularjo Kartohadikusumo, Mr. Latuharhary, Adam Malik. Pada tanggal 16 Oktober 1945, KNIP mengadakan sidang di Balai Muslimin Indonesia yang dipimpin oleh Kasman Singodimedjo, dihadiri juga oleh presiden dan wakil presiden. Dalam sidang ini, Ketua KNIP mengingatkan bahayanya sekutu, sekaligus permintaan pemberian hak legislative kepada KNIP, sebelum terbentuknya DPR dan MPR dengan alasan untuk menegakkan kewibawaan kehidupan kenegaraan. Selain usulan itu, Sutan syahrir dan Amir syarifudin mengusulkan agar dibentuk Badan Pekerja KNIP, dengan maksud untuk menghadapi suasana genting dan bertugas sebagai operasional KNIP. Berdasar usulan itu, maka kemudian wakil presiden selaku wakil pemerintah mengeluarkan maklumat yang disebut Maklumat Wakil Presiden No. X yang isinya :
KNIP sebelum terbentuk MPR dan DPR diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN, serta pekerjaan KNIP sehari-hari berhubungan dengan gentingnya keadaan, dijalankan oleh sebuah Badan pekerja yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional Pusat.
Pembentukan Partai Politik (parpol)
Untuk mendorong perkembangan demokrasi di Indonesia, BP KNI menganjurkan rakyat mendirikan partai-partai politik. Jadi tidak hanya satu partai yaitu PNI. Keputusan BP KNIP diterima oleh pemerintah RI dengan mengeluarkan Maklumat Pemerintah 3 November 1945 yang ditandatangani oleh Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta, Partai politik yang kemudian lahir setelah keluarnya maklumat tersebut antara lain :
a. Masyumi, dipimpin oleh dr. Sukiman Wiryosanjoyo, 7 November 1945
b. PKI dipimpin oleh Mr.moh. Yusuf, 7 November 1945 yang sebelumnya telah berdiri sejak 21 Oktober 1945
c. PBI (Partai Buruh Indonesia) dipimpin oleh Nyono, 8 November 1945
d. Partai Rakyat Jelata, dipimpin oleh Sultan Dewanis, 8 November 1945
e. Parkindo (Partai Kristen Indonesia) dipimpin oleh Probowinoto, 10 November 1945
f. PSI ( Partai Sosialis Indonesia) dipimpin oleh Sutan Syahrir, 20 November 1945
g. PRS (Partai Rakyat Sosialis) dipimpin oleh Sutan Syahrir, 20 November 1945
h. PKRI (Partai Khatolik Rakyat Indonesia) dipimpin IJ. Kasimo, 8 November 1945
i. Permai (Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia) dipimpin oleh Assa, 17 November 1945
j. PNI dipimpin oleh sidik Joyosukarto, 29 Januari 1946, PNI merupakan gabungan dari PRI (Partai Rakyat Indonesia) yang telah berdiri bulan November 1945 dan Desember 1945
Pembentukan Kabinet Parlementer (perubahan sistem pemerintahan kabinet presidensiil menjadi kabinet parlementer)
Pada tanggal 11 November 1945, BP KNIP mengusulkan pertanggungawaban menteri kepada perwakilan rakyat (kepada KNIP). Maka pada tanggal 14 November 1945 keluarlah maklumat pemrintah tentang pergantian system kabinet presidensil menjadi kabinet parlementer. Perdana menteri pertama adalah Sultan Syahrir, yang dikenal Kabinet Syahrir I sejak 14 November 1945 sampai dengan 12 Maret 1946.

D. Badan-Badan Perjuangan
Setelah usul para pemuda ditolak pemerintah untuk segera membentuk TNI, bahkan pemerintah membentuk BKR bertugas sebagai penjaga keamanan umum. Maka para pemuda membentuk badan-badan perjuangan yang bernaung dibawah Komite Van Aksi yang bermarkas di Jalan Menteng 31 dibawah pimpinan Adam Malik, Sukarni, M. Nitimiharjo, dan kawan-kawan.
Badan-badan tersebut antara lain :
1. Api (Angkatan Pemuda Indonesia) dipimpin Wikana dan wakilnya Chaerul Saleh
2. BARA (Barisan Rakyat Indonesia) dipimpin Maruto Nitimiharjo
3. BRI ( Barisan Buruh Indonesia), ketuanya Kusnaeni dan wakilnya Pandu wiguna
4. PRI (Barisan Pemuda Indonesia)
5. BPI (Barisan Pemuda Indonesia)
Organisasi perjuangan tidak hanya di Jakarta saja tetapi juga di daerah-daerah seperti : Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia Bandung, Persatuan Pemuda Indonesia (PPNI) pimpinan Manai Sophian, Sulawesi dan Sebagainya.

E. Proses Terbentuknya TNI
1. Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Dalam pelaksanaan strategi nasional yang berlandaskan politik diplomasi, maka pemerintah tidak segera membentuk tentara. Sebagai gantinya dibentuk BKR yang dibentuk 22 Agustus 1945. BKR berfungsi sebagai penjaga keamanan umum, dan BKR di bentuk bertujuan untuk menghindari diri dari permusuhan dengan kekuatan-kekuatan asing di Indonesia.
2. Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
TKR dibentuk berdasarkan maklumat pemerintah tanggal 5 Oktober 1945 yang isinya : untuk memperkuat perasaan keamanan umum, maka diadakan suatu melalui maklumat 6 Oktober 1945 karena tetap absent / tidak memenuhi panggilan itu, maka tanggal 20 Oktober 1945 diumumkan kembali pengangkatan pejabat di lingkungan kementerian keamanan rakyat sebagai berikut :
 Menteri keamanan rakyat ad interim : Muhammad Suryohadikusumo
 Pemimpin tertinggi TKR : Supriyadi
 Kepala staf umum TKR : Oerip Soemohardjo
Atas inisiatif Letjen. Oerip Soemohardjo, pada bulan November mengundang pucuk pimpinan TKR, komandan divisi dan resimen untuk mengadakan rapat guna memilih pimpinan tertinggi TKR. Melalui musyawarah mufakat Kolonel Sudirman (Panglima Divisi V Banyumas) diangkat sebagai Panglima Besar TKR, yang dilantik 18 Desember 1945 di Yogyakarta, pangkatnya dinaikkan menjadi Jendral berbintang tiga (Letjen)
3. Tentara Republik Indonesia (TRI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Setelah diangkatnya Sudirman menjadi panglima besar dalam bulan Januari 1946, nama TKR dua kali diubah, Pertama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat dan kemudian Tentara Republik Indonesia. TRI berkembang mempunyai angkatan laut dan angkatan udara dan terus disempurnakan. TRI terus disempurnakan mengingat jumlah perlengkapan dari pemerintah. Hal ini dapat dimengerti karena TRI tumbuh dari bawah dari lingkungan rakyat pejuang bersenjata. Karena itu anggota-anggota tentara tetap merasa dirinya pejuang meskipun telah berstatus militer. Inilah dasar bagi dwifungsi ABRI.
Usaha penyempurnaan TRI dimulai tanggal 26 Pebruari 1946 melalui sebuah panitia. Hasilnya antara lain : pengurangan jumlah divisi dari 10 divisi di Jawa dan 6 divisi di Sumatera menjadi 7 divisi di Jawa dan 4 divisi di Sumatera . Untuk mengorganisir badan-badan perjuangan di bentuk biro perjuangan. Tanggal 26 Mei pemerintah memutuskan mempersatukan TRI dengan laskar-laskar pejuang dalam satu wadah. Setelah melalui proses maka 3 juni 1947 disahkan berdirinya TNI yang merupakan satu-satunya wadah bagi pejuang bersenjata.
4. Kepolisian Negara
Ketika pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1945 Jepang membubarkan dan melucuti PETA serta Heiho, dinas kepolisian pemerintahan pendudukan Jepang tidak dibubarkan. Jepang menganut faham polisi harus tetap berfungsi meskipun angkatan perang telah menyerah. Jadi pada awal kemerdekaaan kepolisian merupakan satu-satunya kesatuan yang memiliki senjata. Namun Jepang salah perhitungan, dengan kesadaran yang tinggi anggota dinas kepolisian menyatu dengan rakyat dan kesatuan bersenjata lainnya. Pada tanggal 30 Agustus 1945 orang-orang Indonesia yang pernah bekerja sebagai pegawai pemerintah pendudukan Jepang mengadakan musyawarah di Jakarta, menghasilkan :
1. Menyatakan diri sebagai pegawai Republik Indonesia
2. Tunduk kepada rencan perjuangan yang ditetapkan oleh pimpinan Nasional
Dengan pernyataan tesebut pegawai kepolisian secara resmi menjadi pegawai Pemerintah RI.
Sesudah kabinet I dilantik pada tanggal 2 September 1945, pemerintah secara resmi menunjuk R. Sukanto Cokrodiatmodjo sebagai Kepala Kepolisian Negri. Berdasarkan penetapan Pemerintah tanggal 25 Juni 1946 Kepolisian Negara ditempatkan langsung dibawah Perdana Menteri sebagai lembaga tersendiri. Penetapan tersebut berlaku mulai tanggal 1 Juli 1946. Dimana tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Bayangkari.

II. KEGIATAN SISWA
UJI KOMPETENSI
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberikan tanda silang (x) pada huruf a,b,c,d, atau e !

1. Kepada Pemimpin-pemimpin Indonesia yang ke Dalath (Vietnam Selatan) tanggal 12 Agustus 1945 Jenderal Terauchi menyatakan ….
a. menyiapkan teks proklamasi
b. memberikan kemerdekaaan
c. merencanakan proklamasi
d. menyetujui rencana PPKI
e. menjamin keamanan bangsa Indonesia
2. Suatu lembaga yang dimaksudkan sebagai penjelmaan tujuan dari cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan gerakan kemerdekaan Indonesia berdasarkan kedaulatan rakyat yang diresmikan tanggal 19 Agustus 1945 adalah….
a. PPKI
b. KNIP
c. PNI
d. BPKNIP
e. BPUPKI
3. Tugas untuk menculik Ir. Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dipercayakan kepada….
a. Sukarni, Wikana, Syodanco Singgih
b. Darwis, Wikana, Soekarni
c. Sukarni, Yusuf Kunto, Syodanco Singgih
d. Chairul Saleh, Wikana, Darwis
e. Sukarni, Yusuf Kunto, Darwis
4. Tokoh yang dipilih menjadi pimpinan tertinggi TKR dalam konferensi TKR yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 1 November 1945 adalah….
a. Supriyadi
b. Urip Sumoharjo
c. Suharto
d. Sudirman
e. M. Sulyohadikusumo
5. Naskah proklamasi yang dikatakan otentik adalah….
a. Naskah yang ditulis Bung Karno
b. Naskah yang tanpa ditandatangani
c. Naskah klad proklamasi
d. Naskah yang dibaca saat proklamasi
e. Naskah yang bertuliskan wakil bangsa
6. Di bawah ini merupakan media penyebaran berita proklamasi Indonesia, kecuali….
a. Melalui mass media
b. Lewat pamphlet yang dipasang di pinggir jalan
c. Melalui berita beranting tentang proklamasi
d. Melalui radio Domei
e. Melalui sidang umum
7. Para wartawan ikut andil dalam penyebaran berita proklamasi yakni terbitnya surat kabar "Suara Asia" yang menyebarluaskan informasi kemerdekaan, surat kabar tersebut terbit….
a. Bandung
b. Surabaya
c. Semarang
d. Yogyakarta
e. Medan
8. Tokoh-tokoh di bawah ini yang menyebarkan berita proklamasi ke daerah-daerah yakni Sam Ratulangi ke daerah….
a. Sumatera
b. Sulawesi
c. Kalimantan
d. Bali
e. Nusa Tenggara
9. Sambutan proklamasi di Jawa Tengah dengan suka cita dirayakan dengan kedatangan Syarif Sulaiman dan SM Mintarjo datang ke….
a. Gedung jawa Hokokai
b. Gedung kesenian
c. Gedung pemuda
d. Gedung walikota
e. Gedung perjuangan
10. Tujuan utama pembentukan BKR adalah….
a. Menyusun kekuatan guna menghadapi Jepang
b. Menyusun kekuatan guna menghadapi Sekutu dan Jepang
c. Sebagai wadah organisasi kemiliteran
d. Memelihara keamanan dan keselamatan rakyat serta merawat korban perang
e. Menjaga keamanan dan keselamatan rakyat dari ancaman Sekutu dan Jepang
11. Peringatan hari Bayangkari dimana tanggal tersebut berlakunya penetapan kepolisian
sebagai lembaga tersendiri yakni …
a. 1 Januari
b. 1 Maret
c. 10 Maret
d. 1 Juni
e. 1 Juli
12. Insiden hotel Yamato 19 september 1945 terjadi antara….
a. Indonesia-Jepang
b. Indonesia-Cina
c. Indonesia-Belanda
d. Indonesia-Sekutu
e. Indonesia-Inggris
13. Barisan pemuda yang di bentuk Ahmad Tohir akhirnya berhasil merebut senjata dari tangan Jepang pada tanggal 4 Oktober 1945 di daerah….
a. Sumatera
b. Sulawesi
c. Nusa Tenggara
d. Jakarta
e. Medan
14. Para tokoh nasional Indonesia yang menerima penjelmaan dari Terauchi di Vietnam….
a. Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta, Dr. Rajiman Wiryodiningrat
b. Ahmad Soebarjo dan Khaerul Saleh
c. Sudiro dan Sukarni
d. Darwis dan Wikana
e. Yusuf Kunto dan Wikana
15. Alasan para pemuda membawa Soekarno Hatta ke Rengasdengklok yakni…
a. Soekarno Hatta pasti terpegaruh Jepang
b. Soekarno Hatta tidak mau melaksanakan proklamasi
c. Soekarno Hatta akan terancam apabila tetap di Jakarta
d. Soekarano Hatta akan mengahalangi perjuangan para pemuda
e. Soekarno Hatta mudah terpengaruh Jepang
16. Latar belakang pembentukan badan-badan perjuangan yang kemudian menyatakan diri dalam sebuah komite van aksi adalah….
a. Pemerintah tidak segera membentuk BKR
b. BKR tidak mampu menghadapi serangan Sekutu
c. BKR tidak segera melucuti tentara Jepang
d. Pemerintah tidak segera membentuk tentara Jepang
e. Sekutu berusaha mengambil alih penjajahan Jepang di Indonesia
17. Telegrafis kantor berita Domei Jepang yang diam-diam menyiarkan proklamasi ke seluruh dunia pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 16.00 adalah….
a. BM. Diah
b. Syahfrudin
c. Suwiryo
d. Sukarni
e. Darwis
18. Kami Bangsa Indonesia dengan menyatakan kemerdekaan Indonesia adalah kalimat yang dikutip … dari Piagam Jakarta
a. Soekarno
b. Moh. Hatta
c. Ahmad Soebardjo
d. Sayuti Melik
e. Adam Malik
19. Setelah mendengar berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu maka tindakan yang dilakukan oleh pemuda Indonesia adalah….
a. Menemui Ir. Soekarno dan Drs. Hatta
b. Membantu sekutu untuk melucuti tentara Jepang di Indonesia
c. Mengadakan rapatpemuda di gedung Mikrobiologi
d. Mendesak PPKI untuk segera bersidang
e. Melakukan pengamanan terhadap Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
20. Tujuan pemuda menculik Ir Soekarno dan Drs. Moh. Hatta adalah….
a. Menetralisir keadaan
b. Agar segera Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta segera memproklamasi naskah proklamasi
c. Agar segera Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta menandatangani naskah proklamasi
d. Agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta terlepas dari pengaruh Jepang
e. Agar kedua tokoh tersebut segera memproklamasikan RI saat itu juga
21. Tokoh yang terlibat dalam perumusan naskah proklamasi yang berasal dari pemerintah pendudukan Jepang adalah….
a. Ahmad soebardjo
b. Sayuti Melik
c. Sudiro
d. Sukarni
e. Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sendiri
22. Dengan proklamasi 17 Agustus 1945 berarti….
a. Telah tercapailah tujuan akhir bangsa Indonesia
b. Indonesia telah mendapat pengakuan kedaulatan dari bangsa-bangsa di dunia
c. Kedaulatan RI telah diakui oleh Belanda
d. Sudah tidak mungkin lagi bangsa barat masuk kembali
e. Bangsa Indonesia harus bisa menggunakan peristiwa tersebut sebagai jembatan emas
23. Peranan dari Ahmad Soebardjo dalam peristiwa sekitar penculikan Ir. Soekarno dan Drs.. Moh. Hatta adalah….
a. Sebagai penulis naskah proklamasi
b. Sebagai media yang menyatukan pendapat antar golongan tuan dan golongan muda
c. Sebagai pembawa keterangan tentang pemerintah Jepang
d. Pimpinan dari golongan muda
e. Sebagai proklamator
24. Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945 setelah mengalami….
a. Pemecatan beberapa orang Jepang sebagai anggota PPKI
b. Proses pengesahan PPKI oleh Jepang
c. Pergantian kepemimpinan PPKI dari Ir. Soekarno kepada Dr. Radjiman
d. Perluasan keanggotaan PPKI dengan cara menambah beberapa orang anggota
e. Perombakan struktur kepengurusan PPKI
25. Pada tanggal 15 Januari 1946 pemerintah mengubah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menjadi….
a. TNI
b. Tentara Keselamatan Rakyat
c. TRI
d. ABRI
e. Tentara Keamanan Rakyat Indonesia.

B. Jawablah pertanyan-pertanyaan berikut sesuai dengan perintahnya !
1. Mengapa Pemerintah pendudukan Jepang merahasiakan penyerahan Jepang kepada Sekutu terhadap bangsa Indonesia?
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
2. Peran apa yang dilakukan oleh Ahmad Soebardjo dalam peristiwa Rengasdengklok?
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
3. Jelaskan terbentuknya lembaga kepolisian Indonesia!
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
4. Mengapa perumusan teks proklamasi di kediaman Laksamana Muda Maeda?
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
5. Apakah arti penting yang dapat diambil dari peristiwa Rengasdengklok?
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
6. Jelaskan isi maklumat wakil presiden No X tanggal 16 Oktober 1945!
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
7. Jelaskan latar belakang Jepang memanggil pemimpin Indonesia ke Dalath (Vietnam Selatan)!
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
8. Apakah yang menjadi alasan Ir. Soekarno semula tidak bersedia untuk melaksanakan proklamasi secepatnya?
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
9. Sebutkan 3 tokoh pengibar bendera pada saat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945!
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...
10. Jelaskan alasan terbentuknya BKR bukan Tentara Nasional
Jawab : ………………………………………………………………………………...
………………………………………………………………………………...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar